× HOME PRODUK LAPTOP SEMUA PRODUK SERVICE ARTIKEL HUBUNGI KAMI TENTANG KAMI
×

KOMPONEN ELEKTRONIKA PADA MOTHERBOARD LAPTOP

KOMPONEN ELEKTRONIKA PADA MOTHERBOARD LAPTOP

Motherboard merupakan komponen utama adalah sebuah laptop. Di sinilah terdapat semua kontrol komponen baik yang terdapat pada motherboard itu sendiri maupun yang terdapat di luar. Motherboard ini pada dasarnya adalah Papan Sirkuit Tercetak (Printed Circuit Board) yang terdapat berbagai komponen serta konektor.

Mengenal Teknologi SMD / SMT
SMD adalah komponen elektronika yang pada perakitannya ditempatkan langsung pada sisi solder (selanjutnya kita gunakan istilah “Solder Side” ) dari PCB. Artinya komponen SMD langsung bersentuhan dengan permukaan tembaga dari PCB. Berbeda dengan komponen elektronika konvensional biasa yang memiliki kawat atau logam khusus sebagai kaki-kakinya, maka SMD memiliki dua atau lebih sisi/bagian yang permukaannya berupa logam khusus yang berfungsi layaknya kaki komponen konvensional. Bentuknya pun jauh lebih kecil dibandingkan dengan komponen konvensional.
Karena bentuknya yang kecil itulah, maka penandaan pada SMD untuk menginformasikan jenis, tipe, dan nilainya, digunakan suatu system dan standarisasi khusus yang pada umumnya hanya menggunakan Huruf dan Angka. Oleh karena itu untuk dapat mengetahui data suatu komponen SMD dengan lengkap, kita seringkali membutuhkan dokumen component datasheets. Tanpa dokumen tersebut maka kita akan sulit untuk mengetahui polaritas maupun fungsi kaki komponen-komponen SMD dengan pasti.
Kelebihan dari SMD dibandingkan dengan komponen konvensional antara lain :
Luas permukaan PCB yang dibutuhkan untuk menempatkan rangkaian elektronika menjadi jauh lebih kecil dibandingkan jika kita membuat PCB menggunakan komponen elektronika konvensional yang harus menyediakan lubang untuk kaki-kaki komponen ( Trough-Hole component). Karena SMD dirakit dengan menempatkannya langsung pada solder side PCB, maka kedua sisi PCB dapat digunakan dalam membuat rangkaian elektronika sehingga kebutuhan luas permukaan aktif PCB berkurang sebanyak 50%.
Perakitan dapat dilakukan dengan lebih sederhana tanpa harus memotong kaki komponen dahulu
Proses perakitan otomatis akan lebih mudah dilakukan dan lebih rendah biayanya Karena ukurannya yang kecil, maka kepadatan bahan pembungkus komponen maupun rangkaian final menjadi lebih tinggi. Sangat tahan terhadap guncangan dan tekanan mekanis. Tidak membutuhkan proses pengeboran dan proses mesin lainnya. Dapat menggunakan permukaan tembaga (PCB) yang lebih tipis. Murah atau hemat biaya untuk produksi masal.
Kekurangan dari SMD atau batasan-batasan penggunaanya, antara lain : Sangat sulit untuk membuat IC dengan jumlah kaki yang sangat banyak (raster 0.5 s.d 1.27 mm, max. 148 kaki) dimana penempatan jarak antar kaki lah yang merupakan masalah utamanya. Desain layout rangkaian elektronika menjadi sangat kompleks. Jarak kaki komponen memiliki ukuran tertentu (tidak flexible), dimensi dan jarak antar kaki atau antar komponen menjadi tergantung kepada teknologi yang digunakan oleh pabrik. Kepadatan bahan pembungkus yang tinggi, menimbulkan masalah pada temperature tinggi. Dissipasi panas komponen akibat daya yang digunakan komponen akan langsung tersalurkan melalui permukaan tembaga PCB. Panas yang tinggi pada permukaan PCB mempengaruhi setiap komponen yang ada. Tidak semua komponen SMD dapart ditandai dengan jelas, dan bahkan banyak yang tidak ditandai sama sekali. Proses perbaikan peralatan elektronika yang dirangkai menggunakan komponen SMD, menjadi lebih rumit dilakukan.

Komponen Elektronika Umum
Sebelum membahas komponen elektronika khusus pada Motherboard, akan dibahas dahulu komponen elektronika secara umum.
1. Resistor
atau
Resistor merupakan salah satu komponen yang paling sering ditemukan dalam Rangkaian Elektronika. Hampir setiap peralatan Elektronika menggunakannya. Pada dasarnya Resistor adalah komponen Elektronika Pasif yang memiliki nilai resistansi atau hambatan tertentu yang berfungsi untuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika. Resistor atau dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan Hambatan atau Tahanan dan biasanya disingkat dengan Huruf “R”. Satuan Hambatan atau Resistansi Resistor adalah OHM (Ω). Sebutan “OHM” ini diambil dari nama penemunya yaitu Georg Simon Ohm yang juga merupakan seorang Fisikawan Jerman.
Untuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika, Resistor bekerja berdasarkan Hukum Ohm. Untuk lebih jelas mengenai Hukum Ohm.
HUKUM OHM : “Besarnya Tegangan Listrik Sebanding Dengan Kuat Arus dan Tahanan”
Aggaplah arus listrik adalah arus air dalam sungai lalu agar sungai itu tidak meluap saat hujan maka dibuatlah bendungan, bendungan inilah yang disebut resistor.
V : Tegangan listrik yang terdapat pada kedua ujung penghantar (Volt)
I : arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar (Ampere)
R : nilai hambatan listrik (resistansi) yang terdapat pada suatu penghantar (ohm)
Fungsi dasar resistor :
a. sebagai pembagi arus
Jika sebuah resistor dipasang secara paralel maka akan menjadi pembagi arus listrik. imajinasinya jika sebuah resistor sebuah bendungan & arus air yang mengalir anggaplah sebagai arus listrik .Umpamanya sebuah sungai terdapat dua bendungan yang digunakan untuk membagi air tersebut. Bendungan pertama sebagai resistor 1 dan bendungan kedua sebagai resistor 2. maka besarnya arus air tergantung dari besar kecilnya bukaan pintu bendungan yang di buka. Semakin besar membuka pintu bendungan tersebut, semakin besar juga arus air yang akan melewati pintu bendungan tersebut, dan jika bukaan di tiap-tiap pintu bendungan tersebut sama besarnya maka arus air yang mengalir akan terbagi rata di kedua pintu bendungan tersebut.
b. sebagai pembagi tegangan
Jika resistor dipasang seri maka resistor akan menjadi pembagi tegangan.
c. sebagai penghambat aliran arus listrik
Resistor seringkali digunakan pada suatu rangkaian agar tidak membuang banyak daya dalam pembuatan suatu hambatan.
Jenis resistor :
a. Resistor tetap, yaitu resistor yang nilainya tetap dan tidak dapat diubah/diatur. Nilai resistansinya sudah tertera pada badan resistor dengan menggunakan kode warna maupun angka. Yang termasuk resistor tetap antara lain:
1) Resistor kawat
Resistor Kawat adalah jenis resistor yang baru pertama kali di gunakan pada saat rangkaian elektronika masih menggunakan tabung hampa. Bentuk fisik dari resistor ini bervariasi dan memiliki ukuran yang cukup besar. Karena memiliki resistansi yang tinggi dan tahan terhadap panas yang tinggi, resistor ini hanya dipergunakan dalam rangkaian power. Sampai saat ini, jenis yang masih di pakai adalah jenis yang memiliki lilitan kawat pada bahan keramik, kemudian di lapisi dengan bahan semen.
2) Resistor batang karbon (arang)
Resistor ini terbuat dari bahan karbon kasar yang kemudian di beri lilitan dan tanda dengan kode warna yang berbentuk gelang. Untuk dapat membaca nilai resistansi dari setiap warna gelang tersebut dapat menggunakan tabel kode warna. Jenis resistor ini terbentuk setelah adanya resistor kawat. Saat ini sudah jarang orang yang menggunakan resistor batang karbon di dalam rangkaian-rangkaian elektronik
3) Resistor keramik
Dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, khususnya di bidang elektronik. Pada saat ini telah tercipta jenis resistor yang terbuat dari bahan dasar keramik atau porselin dan dilapisi dengan kaca tipis. Karena memiliki bentuk fisik yang kecil dan juga nilai resistansi yang tinggi, resistor ini paling banyak digunakan dalam rangkaian elektronik. Rating daya yang dimiliki resistor keramik sebesar 1/4 Watt, 1/2 Watt, 1 Watt dan 2 Watt.
4) Resistor film karbon
Resistor ini merupakan hasil dari pengembangan resistor batang karbon. Sejalan dengan perkemangan teknologi, telah terbentuklah resistor yang dibuat dari karbon dan dilapisi dengan bahan film yang berfungsi sebagai pelindung terhadap pengaruh luar. Nilai resistansi sudah tercantum dalam bentuk tabel kode warna. Karena memiliki nilai resistansi yang tinggi dan juga bentuk fisiknya kecil, resistor ini juga banyak digunakan di dalam berbagai rangkaian elektronika. Rating daya yang dimiliki resistor ini adalah 1/4 Watt, 1/2 Watt, 1 Watt dan 2 Watt.
5) Resistor film metal
Bentuk dari resistor film metal hampir sama dengan resistor film karbon. Hanya saja resistor ini tahan terhadap perubahan temperatur dan memiliki tingkat kepresisian yang tinggi karena nilai toleransi yang mencapai 1% atau 5%. Jika di bandingkan dengan jenis Fixed Resistor lainnya, resistor ini memiliki kepresisian yang lebih tinggi karena memilik 5 gelang warna bahkan ada juga yang terdapat 6 gelang warna. Resistor film metal banyak digunakan dalam rangkaian elektronika yang memiliki tingkat ketelitian tinggi, seperti alat ukur.
b. Resistor tidak tetap, yaitu resistor yang nilainya tidak tetap dan dapat diubah/diatur. Yang termasuk resistor tidak tetap antara lain:
1) Potensiometer
Potensiometer adalah jenis variable resistor yang nilai resistansinya dapat kita rubah dengan cara memutar porosnya melalui tuas yang sudah di sediakan. Pada umumnya, resistor ini terbuat dari kawat atau karbon dan paling banyak digunakan dalam rangkaian elektornika. Saat ini telah banyak potensiometer yang terbuat dari bahan karbon karena memiliki ukuran yang lebih kecil dan resistansi yang cukup besar. Perubahan nilai resistansi terbagi menjadi dua, yaitu linier dan logaritmatik. Untuk mengetahui apakah potensiometer tersebut linier atau logaritmatik dapat dilihat dari huruf yang tertera pada bagian belakang. Apabila tertera huruf “B” maka potensiometer tersebut bersifat logaritmatik, sedangkan jika tertera huruf “A” maka potensiometer tersebut bersifat linier.
2) Trimpot
Trimpot atau biasa di sebut Tripotensiometer adalah resistor yang nilai resistansinya dapat berubah. Sifat dan karakteristik trimpot tidak jauh berbeda dengan potensiometer, hanya saja bentuk fisik trimpot lebih kecil dibandingkan dengan potensiometer. Perubahan nilai resistansi tersebut juga dibagi menjadi 2, yaitu linier dan logaritmatik. Untuk mengubah nilai resistansi dengan cara memutar lubang tengah pada badan trimpot dengan menggunakan obeng.
3) NTC dan PTC
NTC (Negative Temperature Coefficient) dan PTC (Positive Temperature Coefficient) merupakan resistor yang nilai resistansinya dapat berubah apabila terjadi perubahan temperatur di sekelilingnya. Nilai resistansi NTC sendiri akan naik apabila temperatur di sekelilingnya turun, Sedangkan nilai resistansi PTC akan naik jika jika temperatur di sekelilingnya naik. Kedua resiston ini paling sering digunakan sebagai sensor karena dapat mengukur suhu atau temperatur daerah di sekelilingnya.
4) LDR
LDR (Light Dependent Resistor) merupakan resistor yang nilai resistansinya dapat berubah apabila terjadi perubahan intensitas cahaya di daerah sekelilingnya. Itu dapat terjadi karena intensitas cahaya yang besar dapat mendorong elektron untuk menembus batas-batas pada LDR. Dengan begitu, nilai resistansi akan naik jiga intensitas yang diterima sedikit. Sedangkana nilai resistansi dari LDR akan turun jika intensitas cahaya yang diterima banyak. Resistor LDR sendiri banyak digunakan sebagai sensor cahaya, khususnya pada lampu taman.

2. Kapasitor
dan
Kondensator (Kapasitor) adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kondensator memiliki satuan yang disebut Farad. Kapasitor diidentikkan mempunyai dua kaki dan dua kutub yaitu positif dan negatif serta memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung. Sedangkan jenis yang satunya lagi kebanyakan nilai kapasitasnya lebih rendah, tidak mempunyai kutub positif atau negatif pada kakinya, kebanyakan berbentuk bulat pipih berwarna coklat, merah, hijau dan lainnya seperti tablet atau kancing baju.
Satuan dalam kondensator disebut Farad.

1 Farad = 1.000.000 µF (mikro Farad)
1 µF = 1.000.000 pF (piko Farad)
1 µF = 1.000 nF (nano Farad)
1 nF = 1.000 pF (piko Farad)
1 pF = 1.000 µµF (mikro-mikro Farad)
Sifat kapasitor adalah dapat menerima arus listrik / muatan listrik dan menyimpannya dalam waktu tertentu. Di dalam rangkaian elektronika, kapasitor digubakan sebagai:
a. Perata arus
b. Penyimpan arus listrik sementara
c. sebagai kopling antara rangkaian yang satu dengan rangkaian yang lain (pada rangkaian catu daya).
d. sebagai filter dalam rangkaian catu daya
e. sebagai pembangkit frekuensi dalam rangkaian antenna.
f. untuk menghemat daya listrik pada lampu neon.
g. menghilangkan bouncing ( loncatan api ) bila dipasang pada saklar.
Jenis kapasitor :
a. Kapasitor tetap, yaitu kapasitor yang nilainya tetap dan tidak dapat diubah/diatur. Nilai resistansinya sudah tertera pada badan resistor dengan menggunakan kode warna
1) Kapasitor elektrolit
Sering disingkat dengan ELCO. Kapasitor ini berbentuk tabung, mempunyai dua buah kaki dengan polaritas yang berbeda (+ dan -). Biasanya kaki positif lebih panjang daripada kaki negatif. Kapasitor elektrolit mengandung kertas foil antar anoda dan katoda yang direndam dengan cairan elektrolit.
2) Kapasitor polimer
Kapasitor polimer mempunyai bentuk yang mirip dengan ELCO hanya saja bahan dielektriknya bukan cairan. Bahan dielekytriknya menggunakan kertas yang diresapi dengan kristal semikonduktor organik.
3) Kapasitor keramik
Kapasitor ini tidak mempunyai perbedaan kutub pada kaki-kakinya. Bahan dielektriknya terbuat dari keramik. Komposisi bahan keramik mendefinisikan perilaku listrik. Oleh karenanya, kapasitor keramik dibagi menjadi 2 kelas:
a) Kelas 1 kapasitor keramik dengan stabilitsa tinggi dan kerugian rendah untuk aplikasi rangkaian resonan
b) Kelas 2 kapasitor keramik dengan efisiensi tinggi volumetrik untuk penyangga, by-pass dan aplikasi kopling.
4) Kapasitor film
Merupakan kapsitor dengan isolasi plastik film sebagai dielektriknya. Bersama dengan kapasitor keramik dna kapasitor elektrolit, ketiga kapasitor ini adalah yang paling umum digunakan dalam peralatan elektronik dan banyak digunakan di mikroelektronika AC dan DC.
5) Kapasitor mika
Merupakan kapasitor yang memiliki presisi tinggi dan sangat stabil. Kapasitor ini tersedia dalam nilai kecil dan sebagian besar digunakan pada frekuensi tinggi dan dalam kasus di mana dibutuhkan kerugian yang rendah dan kemungkina perubahan nilai kapasitor rendah pula.
6) Kapasitor tantalum
Bahan dielektrik kapasitor ini adalah tantalum oksida yang merupakan unsur tanah yang jarang ditambang, sehingga harganya relatif lebih mahal daripada ELCO.
b. Kapasitor tidak tetap, yaitu kapasitor yang nilainya tidak tetap dan dapat diubah/diatur. Kapasitor variabel sering digunakan dalam rangkaian L/C untuk mengatur frekuensi resonansi, misalnya untuk menyetel radio, atau sebagai reaktansi variabel, misalnya untuk pencocokan di tuner impedansi antena.

Untuk memperoleh nilai kapasitansi kapasitor yang lebih besar, kapasitor dipasang paralel dengan rangkaian beban. Bila rangkaian itu diberi tegangan maka elektron akan mengalir masuk ke kapasitor. Pada saat kapasitor penuh dengan muatan elektron maka besarnya tegangan akan berubah. Kemudian elektron akan ke luar dari kapasitor dan mengalir ke dalam rangkaian yang memerlukannya. Dengan demikian, pada saaat itu kapasitor membangkitkan daya reaktif. Bila besarnya tegangan yang berubah itu kembali normal (tetap) maka kapasitor akan menyimpan kembali elektron. Pada saat kapasitor mengeluarkan elektron (Ic) berarti sama juga kapasitor menyuplai daya reaktif ke beban. Karema beban bersifat induktif (+) sedangkan daya reaktif bersifat kapasitor (-) akibatnya daya reaktif yang berlaku menjadi kecil.
Nilai kapasitor dapat kita lihat pada tulisan yang terdapat pada body-nya, misalnya 10 uF/16 V artinya nilai kapasitor itu adalah 10 mikro Farad dan bisa bekerja pada tegangan maximal 16 V,jika melebihi 16 V maka kapasitor ini akan mengalami short / bocor / mati

3. Induktor
atau atau
Induktor biasanya diwakili oleh salah serangkaian gundukan melengkung, atau kumparan Induktor adalah komponen yang tersusun dari lilitan kawat. Induktor termasuk juga komponen yang dapat menyimpan muatan listrik. Bersama kapasitor induktor dapat berfungsi sebagai rangkaian resonator yang dapat beresonansi pada frekuensi tertentu.
Fungsi induktor adalah :
a. Penyimpan arus listrik dalam bentuk medan magnet
b. Menahan arus bolak-balik/ac
c. Meneruskan/meloloskan arus searah/dc
d. Sebagai penapis (filter)
e. Sebagai penalaan (tuning)

4. Transistor

5. Dioda

Dioda adalah komponen listrik yang melewatkan arus listrik hanya dalam satu arah yaitu dari anoda ke katoda. Dioda terbuat dari bahan silikon, germanium, atau selenium. Fungsi dioda dalam rangkaiaan adalah sebagai regulator tegangan, penyearah sinyal, dan sebagai indikator (LED). Ujung badan dioda biasanya diberi bertanda, berupa gelang atau berupa titik , yang menandakan letak katoda. Dioda hanya bisa dialiri arus DC searah saja, pada arah sebaliknya arus DC tidak akan mengalir.

Dioda Zener adalah dioda yang bekerja pada daerah breakdown atau pada daerah kerja reverse bias. Dioda ini banyak digunakan untuk pembatas tegangan. Tipe dari dioda zener dibedakan oleh tegangan pembatasnya. Misalnya 12 V, ini berarti dioda zener dapat membatasi tegangan yang lebih besar dari 12 V atau menjadi 12 V. Dioda Zener adalah suatu dioda yang mempunyai sifat bahwa tegangan terbaliknya sangat stabil, tegangan ini dinamakan tegangan zener. Di atas tegangan zener, dioda ini akan menghantar listrik ke dua arah. Dioda ini digunakan sebagai voltage stabilizer atau voltage regulator. Bentuk dioda ini seperti dioda biasa, perbedaan hanya dapat dilihat dari type yang tertulis pada bodynya.

6. IC (Integrated Circuit)
Integrated Circuit atau disingkat dengan IC adalah Komponen Elektronika Aktif yang terdiri dari gabungan ratusan, ribuan bahkan jutaan Transistor, Dioda, Resistor dan Kapasitor yang diintegrasikan menjadi suatu Rangkaian Elektronika dalam sebuah kemasan kecil. Bahan utama yang membentuk sebuah Integrated Circuit (IC) adalah Bahan Semikonduktor, Silicon merupakan bahan semikonduktor yang paling sering digunakan dalam Teknologi Fabrikasi Integrated Circuit (IC)
Sejarah Singkat IC (Integrated Circuit)
Teknologi Integrated Circuit (IC) atau Sirkuit Terpadu ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1958 oleh Jack Kilby yang bekerja untuk Texas Instrument, setengah tahun kemudian Robert Noyce berhasil melakukan fabrikasi IC dengan sistem interkoneksi pada sebuah Chip Silikon. Integrated Circuit (IC) merupakan salah satu perkembangan Teknologi yang paling signifikan pada abad ke 20.
Sebelum ditemukannya IC, peralatan Elektronik saat itu memakai Tabung Vakum sebagai komponen utamanya yang kemudian digantikan oleh Transistor yang memiliki ukuran yang lebih kecil. Tetapi untuk merangkai sebuah rangkaian Elektronika yang rumit dan kompleks, memerlukan komponen Transistor dalam jumlah yang banyak sehingga ukuran perangkat Elektronika yang dihasilkannya pun berukuran besar dan kurang cocok untuk dapat dibawa berpergian (portable).
Teknologi IC (Integrated Circuit) memungkinkan seorang perancang Rangkaian Elektronika untuk membuat sebuah peralatan Elektronika yang lebih kecil, lebih ringan dengan harga yang lebih terjangkau. Konsumsi daya listrik sebuah IC juga lebih rendah dibanding dengan Transistor. Oleh karena itu, IC (Integrated Circuit) telah menjadi komponen Utama pada hampir semua peralatan Elektronika yang kita gunakan saat ini. Tanpa adanya Teknologi IC (Integrated Circuit) mungkin saat ini kita tidak dapat menikmati peralatan Elektronika Portable seperti Handphone, Laptop, MP3 Player, Tablet PC, Konsol Game Portable, Kamera Digital dan peralatan Elektronika lainnya.
Aplikasi dan Fungsi IC (Integrated Circuit) dalam Rangkaian Elektronika
Berdasarkan Aplikasi dan Fungsinya, IC (Integrated Circuit) dapat dibedakan menjadi Linear IC, Digital IC dan juga gabungan dari keduanya.
a. IC Linear
IC Linear atau disebut juga dengan IC Analog adalah IC yang pada umumnya berfungsi sebagai :
1) Penguat Daya (Power Amplifier)
2) Penguat Sinyal (Signal Amplifier)
3) Penguat Operasional (Operational Amplifier / Op Amp)
4) Penguat Sinyal Mikro (Microwave Amplifier)
5) Penguat RF dan IF (RF and IF Amplifier)
6) Voltage Comparator
7) Multiplier
8) Penerima Frekuensi Radio (Radio Receiver)
9) Regulator Tegangan (Voltage Regulator)
b. IC Digital
IC Digital pada dasarnya adalah rangkaian switching yang tegangan Input dan Outputnya hanya memiliki 2 (dua) level yaitu “Tinggi” dan “Rendah” atau dalam kode binary dilambangkan dengan “1” dan “0”.
IC Digital pada umumnya berfungsi sebagai :
1) Flip-flop
2) Gerbang Logika (Logic Gates)
3) Timer
4) Counter
5) Multiplexer
6) Calculator
7) Memory
8) Clock
9) Microprocessor (Mikroprosesor)
10) Microcontroller
Hal yang perlu dingat bahwa IC (Integrated circuit) merupakan Komponen Elektronika Aktif yang sensitif terhadap pengaruh Electrostatic Discharge (ESD). Jadi, diperlukan penanganan khusus untuk mencegah terjadinya kerusakan pada IC tersebut.

Komponen Elektronika pada Motherboard Laptop
Komponen elektronik pad motherboard biasanya sudah diikuti dengan kode huruf yang tertera di samping badannya. Misalnya resistor ditandai dengan huruf R atau PR yang diikuti dengan angkat tertentu. Berikut ini adalah kode huruf pada Motherboard beserta nama komponennya:

1. Resistor
Komponen ini terdapat dalam motherboard dengan kode R diikuti dengan angka yang biasanya tertulis di sekitar/di dekatnya. Di badan resistor tertulis kode yang menunjukkan besarnya resistansi. Resistor yang terdapat pada MB laptop biasanya jenis SMD.

Contoh gambar resistor pada motherboard

2. Kapasitor
Komponen ini terdapat dalam motherboard dengan kode C diikuti dengan angka yang biasanya tertulis di sekitar/di dekatnya. Kapasitor yang terdapat pada MB laptop biasanya berjenis tantalum, SMD, ELCO, dan polymer.
Contoh gambar kapasitor pada motherboard

3. Induktor
Komponen ini terdapat dalam motherboard dengan kode L diikuti dengan angka yang biasanya tertulis di sekitar/di dekatnya. Ukurannya ada sangat kecil (panjang 2 mm) atau besar (10 mm).

Contoh gambar induktor pada motherboard

4. Fuse (sekering)
Dalam elektronik dan kelistrikan, sekering/fuse/fuser/fuso adalah jenis resistor resistansi rendah yang bertindak sebagai perangkat pemutus arus untuk memberikan proteksi pada rangkaian dari beban berlebih. Dalam MB, kode sekering adalah F diikuti dengan angka.
Contoh gambar fuse/sekering pada motherboard

5. Dioda
Komponen ini terdapat dalam motherboard dengan kode D diikuti dengan angka yang biasanya tertulis di sekitar/di dekatnya. Dioda yang terdapat di dalam motherboard laptop ada yang berkaki dua dan ada yang berkaki tiga (dioda zenner).
Contoh gambar dioda pada motherboard

6. Switch
Switch atau tombol merupakan aktuator dalam sebuah rangkaian elektronika. Pada motherboard laptop biasanya terdapat pada bagian power sebagai tombol utama menghidupkan laptop. Selain itu pada beberapa motherboard juga terdapat switch untuk menyalakan wifi, bluetooth, restart, dan lain-lain. Kode huruf switch dalam motnerboard adalah SW
Contoh gambar switch pada motherboard

Switch pada Touch Pad (TP) Left (L)

7. Oscillator
Oscillator atau Crystal Clock Oscillator terdapat dalam motherboard dengan kode X diikuti dengan angka yang biasanya tertulis di sekitar/di dekatnya. Bentuk fisiknya adalah persegi panjang berwarna hitam dengan 4 kaki.

Contoh gambar crystal clock pada motherboard

8. MOSFET
a. P Channel Mosfet atau PNP Mosfet (Kode Q)

Komponen ini terdapat dalam motherboard dengan kode Q diikuti dengan angka yang biasanya tertulis di sekitar/di dekatnya. Biasanya digunakan untuk penguat (Power amplifier) ADP (adapter) dan Battery Fet dalam laptop sirkuit motherboard.
b. N Channel Mosfet atau NPN Mosfet (Kode Q)

Komponen ini terdapat dalam motherboard dengan kode Q diikuti dengan angka yang biasanya tertulis di sekitar/di dekatnya. Biasanya digunakan untuk penguat ( Power amplifie) ADP (adapter) dan Switching transistor.
c. N Channel 3 pin

Komponen ini terdapat dalam motherboard dengan kode Q diikuti dengan angka yang biasanya tertulis di sekitar/di dekatnya.

9. IC
Integrated circuit yang terdapat dapat Motherboard Laptop diwakili dengan kode U diikuti dengan angka.
Berbagai ontoh IC pada motherboard

Komponen Utama (Chip Utama) Motherboard Laptop

1. Processor (note-why.blogspot.co.id)
Processor / prosesor adalah salah satu komponen yang paling utama dari rangkaian komputer/laptop, tanpa alat satu ini komputer/laptop tidak akan jalan alias tidak akan berguna karena prosesor adalah otak komputer. Secara jelasnya prosesor adalah sebuah IC yang mengontrol keseluruhan jalannya sebuah sistem komputer dan digunakan sebagai pusat atau otak dengan fungsi melakukan perhitungan dan menjalankan tugas. Processor saat ini dibuat terutama oleh Intel dan AMD
Processor terhubung langsung ke board sistem melalui soket processor atau soket CPU. Beberapa laptop memiliki CPU yang dapat dilepas dengan mudah melalui soketnya, namun ada juga yang disolder pada motherboard dan hanya dapat dilepas dengan menggunakan alat khusus.
Bagian terpenting dari prosesor adalah:
a. Aritcmatics Logical Unit (ALU)
ALU melakukan semua perhitungan aritmatika (matematika) yang terjadi sesuai dengan intruksi program. Tugasnya antara lain mengambil keputusan dari suatu operasi logika sesuai perintah program. Misalnya, saat kita menjalankan suatu aplikasi dan terdapat kesalahan, bagian ini lah yang menyatakan informasi untuk diteruskan ke memory supaya muncul laporan “ERROR” di layar monitor.
b. Control Unit (CU)
CU adalah pengatur lalu lintas data seperti input, dan output. Unit ini mengatur lalu lintas data dari memory utama untuk dieksekusi dan hasilnya dikirim kembali ke memory utama untuk ditampilkan pada layar monitor atau output device yang lain.
c. Register
Register adalah alat penyimpanan kecil yang mempunyai kecepatan akses cukup tinggi. Disinilah data dieksekusi/diproses sedangkan data-data yang lain masih antri menunggu di memory utama.
Pada umumnya fungsi processor (prosesor) adalah hanya untuk memproses data yang diterima dari masukkan atau di input, kemudian akan menghasilkan pengeluaran berupa output.
Setiap processor (yang merupakan mikroprosessor) mempunyai arsitekturnya sendiri-sendiri. Namun, memiliki konsep dasar cara kerja yang sama. Cara processor melakukan tugas adalah :
Penunjuk instruksi mengarahkan fetch instruksi ke sebuah spot di memori yang menampung sebuah instruksi. Fetch kemudian menangkap instruksi tersebut dan memberikannya ke dekoder instruksi, kemudian mengamati instruksi tersebut dan menentukan langkah selanjutnya untuk melengkapi instruksi tersebut.
ALU kemudian mengerjakan perintah yang diminta instruksi : menambah data, membagi data, atau memanipulasi data yang ada. Setelah processor menerjemahkan dan mengerjakan instruksi, unit kontrol memberitahukan fetch instruksi untuk menangkap instruksi berikutnya di memori. Proses ini berlangsung terus menerus, dari satu instruksi ke instruksi berikutnya, dalam suatu langkah yang rumit, untuk menciptakan hasil yang dapat dilihat di monitor.
Untuk meyakinkan semua itu berjalan dalam satu kesatuan waktu, bagian itu memerlukan suatu clock generator. Clock generator meregulasi setiap langkah yang dikerjakan processor. Seperti sebuah metronome, sebuah clock generator mengirim pulsa-pulsa elektrik untuk menentukan langkah yang harus dikerjakan processor. Pulsa tersebut diukur dalam jutaan langkah per detik, atau megahertz, yang dikenal sebagai ukuran kecepatan processor. Semakin banyak pulsa dibuat, semakin cepat kerja processor.
Bagaimana cara kerja processor dalam memproses banyak aplikasi ?
Untuk meningkatkan kinerja komputer, pembuat chip processor menempatkan sebuah arithmetic logic unit (ALU) di dalam processor. Secara teoritis ini berarti pemrosesan dapat dilakukan dua kali lebih cepat dalam satu langkah.
Sebagai tambahan multiple ALU, kemudian diintegrasikan Floating Point Unit ke dalam processor. FPU ini menangani angka dari yang paling besar hingga yang paling kecil (yang memiliki banyak angka di belakang koma). Sementara FPU menangani kalkulasi semacam itu, ALU menjadi bebas untuk melakukan tugas lain dalam waktu yang bersamaan, untuk meningkatkan kinerja.
Processor juga menambah kecepatan pemrosesan instruksi dengan melakukan pipelining instruksi, atau menjalankan instruksi secara paralel satu dengan lainnya. Eksekusi dari sebuah instruksi memerlukan langkah yang terpisah, sebagai contoh, fetching dan dekoding sebuah instruksi. Sebenarnya processor harus menyelesaikan sebuah instruksi secara keseluruhan sebelum melanjutkan ke instruksi berikutnya. Sekarang sirkuit yang berbeda menangani langkah yang terpisah tersebut.
Begitu sebuah instruksi telah selesai dalam satu langkah untuk dilanjutkan ke langkah berikutnya, transistor yang mengerjakan langkah pertama bebas untuk mengerjakan instruksi berikutnya, sehingga akan mempercepat kerja pemrosesan.
Sebagai tambahan untuk meningkatkan kinerja processor adalah dengan memprediksi cabang-cabang instruksi, yaitu memperkirakan lompatan yang akan dilakukan sebuah program dapat dilakukan; eksekusi secara spekulatif, yaitu mengeksekusi cabang instruksi yang ada di dapat; dan penyelesaian tanpa mengikuti urutan, yakni kemampuan untuk menyelesaikan sebuah seri instruksi tidak berdasarkan urutan normal.
Bagaimana processor membagi tugas dalam menjalankan banyak aplikasi ?
Pemrosesan instruksi dalam processor dibagi atas dua tahap, Tahap-I disebut Instruction Fetch, sedangkan Tahap-II disebut Instruction Execute. Tahap-I berisikan pemrosesan processor dimana Control Unit mengambil data dan/atau instruksi dari main-memory ke register, sedangkan Tahap-II berisikan pemrosesan processor dimana Control Unit menghantarkan data dan/atau instruksi dari register ke main-memory untuk ditampung di RAM, setelah Instruction Fetch dilakukan. Waktu pada tahap-I ditambah dengan waktu pada tahap-II disebut waktu siklus mesin (machine cycles time).
Penghitung program dalam processor umumnya bergerak secara berurutan. Walaupun demikian, beberapa instruksi dalam processor, yang disebut dengan instruksi lompatan, mengizinkan processor mengakses instruksi yang terletak bukan pada urutannya. Hal ini disebut juga percabangan instruksi (branching instruction).
Cabang-cabang instruksi tersebut dapat berupa cabang yang bersifat kondisional (memiliki syarat tertentu) atau non-kondisional. Sebuah cabang yang bersifat non-kondisional selalu berpindah ke sebuah instruksi baru yang berada di luar aliran instruksi, sementara sebuah cabang yang bersifat kondisional akan menguji terlebih dahulu hasil dari operasi sebelumnya untuk melihat apakah cabang instruksi tersebut akan dieksekusi atau tidak. Data yang diuji untuk percabangan instruksi disimpan pada lokasi yang disebut dengan flag.
Penjadwalan CPU adalah dasar dari multi programming sistem operasi. Cara kerja dari penjadwalan CPU adalah men-switch CPU diantara proses yang dikerjakan.
Penjadwalan CPU terjadi apabila :
a. Proses berubah dari running state ke waiting state.
b. Proses berubah dari running state ke ready state.
c. Proses berubah dari waiting state ke ready state.
d. Proses terminates.
Jenis-Jenis Antrean (queue) :
a. Job queue adalah kumpulan semua proses dalam system.
b. Ready queue adalah kumpulan semua proses dalam main memory (memory utama), ready, waiting untuk diekseskusi.
c. Devices queue adalah kumpulan proses yang menunggu (waiting) untuk I/O devices.
Penjadwalan CPU memiliki 3 jenis yaitu :
a. Long-Term Scheduler adalah pemilihan proses yang akan dibawa ke antrean ready (ready queue).
b. Short-Term Scheduler adalah pemilihan proses yang akan dieksekusi berikutnya dan Mengalokasikan CPU.
c. Medium-Term Scheduler adalah Proses yang terkena swaping.
Bagaimana processor membedakan suatu aplikasi dengan aplikasi lainnya ?
Dalam sebuah komputer akan bekerja apabila mendapat instruksi-instruksi yang dikemas dalam sebuah program. Processor dari sebuah komputer hanya dapat mengeksekusi program yang menggunakan instruksi-instruksi yang dapat dikenalinya. Instruksi-instruksi ini dikenal sebagai instruksi mesin (machine instruction) atau instruksi komputer (computer instruction). Kumpulan fungsi yang dapat dieksekusi processor disebut set instruksi (instruction set) CPU. Instruksi mesin ini berupa kode-kode biner.
Semua bahasa pemrograman, baik bahasa assembler maupun bahasa tingkat tinggi yang digunakan akan diubah menjadi bentuk kode biner oleh sebuah compiler yang biasanya sudah tersedia dalam sebuah bahasa pemrograman, kemudian disimpan dalam memory program.
Ketika program aplikasi dipanggil oleh user dan dijalankan, processor akan mengenali aplikasi tersebut berdasarkan kode-kode biner yang tersimpan didalam set instruksi. Setiap program aplikasi memiliki kode-kode biner dan set instruksi yang berbeda satu sama lain sesuai dengan program aplikasinya. Jadi processor dapat membedakan antara satu aplikasi dan aplikasi lain berdasarkan kode-kode biner pada set instruksi aplikasi tersebut.

2. North bridge
Chipset Northbridge ini memiliki nama lain MCH (Memory Controller Hub). Chipset Northbridge atau MCH ini memiliki beberapa tugas dan juga fungsi penting di dalam sebuah motherboard. Berikut ini adalah fungsi dan juga peran dari chipset northbridge:
a. Mengendalikan komunikasi yang terjalin antara processor, RAM, AGP, PCI Express, dan juga southbridge.
b. Dapat melakukan pengendalian terhadap video.
c. Memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan jumlah, tipe dan juga kecepatan dari sebuah CPU atau processor yang dihubungkan ke dalam motherboard.
d. Menentukan jumlah, kecepatan dan juga tipe pada RAM yang bisa digunakan pada motherboard.
Northbridge sendiri merupakan jenis chipset pada motherboard yang menghubungkan processor atau CPU ke dalam sistem memory dan juga sistem graphic controleer melalu serial bus yang berkecapatan tinggi.
3. South bridge
Jenis chipset southbridge ini merupakan jenis chipset yang berhubungan dengan peripheral melalu jalur penghubung. Biasa juga disebut ICH (I/O Control Hub). Tugas dan juga fungsi dari chipset southbrdge ini adalah melakukan pengontrolan pada bus IDE, USB, dan juga PnP atau Plug and Play.
Selain itu, chipset southbridge ini juga memilki fungsi lainnya, yaitu sebagai pengontrol keyboard, mouse dan juga power management pada motherboard. Sehingga apabila komputer anda mengalami masalah pada power management, maka ada kemungkinan chipset southbridge pada komputer anda mengalami kerusakan.
Meskipun saat ini ada dua jenis chipset yang digunakan pada motherboard, namun perkembangan teknologi sudah memungkikan pengembangan satu buah chipset yang saling terintegrasi, sehingga hal in idapat memungkinkan satu buah chipset mampu untuk melakukan tugas dan juga fungsi dari southbridge dan juga northbridge.

4. Graphic Chip (VGA Chip)
Graphic Chip adalah chip khusus yang dioptimalkan untuk mempercepat grafis. Chip ini dirancang khusus untuk melakukan floating-point, untuk rendering grafis #D dan gambar 2D.
(universitaspendidikan.com)
Graphic Chip bisa juga disebut GPU dari Graphics Processing Unit) merupakan prossesor yang bertugas secara khusus untuk mengolah tampilan grafik. Dalam perkembangannya, GPU hingga saat ini sudah semakin kompleks dan semakin tinggi speknya sehingga mendukung untuk menampilkan grafik terbaik pada Game game saat ini.
Pada Graphic Chard/add-on (VGA) GPU terdapat pada chip yang dikenal dengan merk seperti Radeon, GeForce dll. Secara fisik anda akan melihat device ini dengan ditandainya terdapatnya heatsink (pendingin), bahkan kipas dan terlihat menempel pada sebuah rangkian tersendiri (chip) yang menancap pada motherboard. Sedangkan integrated graphics, GPU-nya biasanya tidak berupa chip tersendiri, namun sudah menjadi satu dengan motherboard.
Cara Kerja GPU
Sebuah graphics card modern umumnya terdiri dari lima komponen, yaitu system interface, memori, graphics prosesor (GPU), frame buffer dan RAMDAC (Random Accsess Memory Digital / Analog Converter). System interface berkaitan langsung dengan motherboard. Saat ini, standarnya adalah PCI-Express, Raw data dimuat ke dalam graphics memory, yang berfungsi sebagai graphics objek dan texture memory. Umumnya, berkapasitas antara 256 MB dan 1.024 MB. Selanjutnya dara tersebut dibaca oleh Graphics Prosessor Unit (GPU) utuk melakukan kalkulasi terhadap semua posisi (koordinat), gerakan dan permukaan objek dari seuatu 3D scane. Hasilnya diperuntukkan untuk output gambar. Gambar yang telah selesai selanjutnya dikirim ke frame buffer. Dari sana, gambar dikirim lagi ke RAMDAC yang akan mengubah informasi digital menjadi output gambar analog untuk ditampilkan ke monitor VGA atau menajdi output digital untuk ditampilkan melalui interface DVI,HDMI, atau DisplayPort.
Pada tugas-tugas tertentu, misalnya simulasi data-data keuangan, kinerja graphics card bahkan 150 kali lebih cepat dari CPU. Kondisi ini dimungkinkan karena Shader fleksibelnya pada GPU terbaru yang dapat diprogram bebas. Dengan demikian, graphics chip-nya bisa dipakai sebagai General Purpose GPU ( GP GPU, Multi Purpose GPU).
Keuntungan performa yang diperoleh ternyata cukup besar. GT200 memiliki performa hingga 933 GFLOP (FLOP: Floating Point Operations Per Second), sedangkan RV770 bisa mencapai 1.200 GFLOP. Sebagai perbandingan, performa Core 2 Quad Q6600 hanya mencapai 21.4 GFLOP. Memang, tidak semua program dapat berjalan parallel sehingga sebuah CPU menjadi pilihan lebih baik untuk menyelesaikan tugas-tugas umum. Namun, untuk kalkulasi spesifik, misalnya simulasi, sebuah GPU bisa jauh lebih unggul dari kebannyakan CPU.
Selama ini, implementasi program yang seperti itu cukup sulit. Dengan CUDA (Compute Unified Device Architecture), nVidia menawarkan sebuah lingkungan pemrograman untuk bahasa C dqan C++. Dengan CUDA, dapat dikembangkan aplikasi dengan kemampuan kalkulasi parallel yang tinggi dan dijalankan pada GPU. ATI meluncurkan proyek yang sejenis dengan nama CTM (Close to the Metal). Namun,tanpa kenyataan dukungan pemrograman C++.
Namun, dibandingkan dengan sebuah CPU, sebuah GPU memiliki kekurangan terbesar. Floating Point (FP) number GPU hanya dapat diproses dengan akurasi satu kali, yaitu 32 bit. Proses yang rumit dengan intermediate data yang besar membutuhkan akurasi ganda, dalam hal ini 64 bit. ATI dan nVidia telah merespon tuntutan ini dan sedang berusaha agar GPU terbaru mereka juga menawarkan tingkat akurasi yang lebih untuk operasi Floating Point.
5. Embeded Controller

EC dahulu disebut dengan Super I/O chip. (FazCompMalang) Mengapa namanya SUPER? Karena dulu skitar tahun 1980 an – 1990 an setiap device (peralatan) yg hendak di hubungkan ke system Mainboard membutuhkan chip I/O tersendiri dengan system yg terpisah, sehingga membuat system computer menjadi ribet, tapi sejak perusahaan seperti Nuvoton, Winbond, ITE, ENE, SMSC dll memproduksi chip yg mampu mengakomodir semua kebutuhan input output maka hal itu dapat diatasi, artinya untuk menghubungkan Harddisk, Floppy disk, Printer, Mouse, dll ke Mainboard cukup dengan 1 chip saja, atau dengan kata lain chip ini menyediakan semua port yg dibutuhkan untuk peralatan external, oleh karena itu chip ini cukup layak mendapat gelar “Super”.
Salah satu contoh Super I/O card :

http://vogons.zetafleet.com/viewtopic.php?t=28925&sid=92b84a9051012e5cc8a3163bb833b0f6
Dalam Gambar terlihat bahwa chip W8375 dan beberapa komponen lain menyediakan koneksi untuk IDE HDD, FDD, Game Port, Paralel Port dan Serial Port. Port USB sendiri belum dikenal pada jaman keemasan card ini.
Satu hal yg cukup penting untuk diingat adalah bahwa jalur data untuk chip ini sebesar 8/16 Bit (ISA bus).
Ketika pada tahun 1999 Intel Corp mengenalkan PCI BUS (32 Bit) dan Chip Southbridge yg lebih kencang dan modern secara otomatis dunia komputer berubah, Peralatan (Device) yg membutuhkan kecepatan tinggi seperti HDD tidak lagi dihubungkan ke Super I/O chip melainkan langsung ke southbridge.
dalam dunia komputer modern sekarang Super I/O chip masih dipakai walaupun ada beberapa pengurangan fungsi, antara lain hilangnya FDD controller, Game Port, sementara fungsi paralel port dan serial port masih di pertahankan.
Dalam Dunia Laptop sendiri ada chip yg menyerupai fungsi Super I/O pada PC walaupun chip ini memiliki fungsi yg lebih spesifiik lagi, selain menghubungkan system board ke dunia luar chip ini juga mengontrol beberapa device seperti batere pack dan kipas.
Pengertian EC (EMBEDDED CONTROLLER) adalah Suatu System Komputer atau system control yg memiliki tugas khusus yg di “tempelkan” atau di “tanamkan” dalam system komputer yg lebih besar, jadi EC sebenarnya adalah satu system “komputer mini” yg cukup lengkap, dimana di dalamnya terdapat Mikroprosesor, ROM, RAM, system I/O dll, jadi mengacu pada pengertian ini maka Super I/O chip ini dapat juga di kategorikan sebagai EC. malah sekarang para produsen chip ini menggunakan istilah EC untuk produksi mereka.
Dengan kata lain, embeded controll adalah sebuah computer di dalam chip yang mengatur system yang menghubungkan hardware dari system kepada pengontrolan yang dilakukan oleh operator/manusia. Hubungan ini dilakukan melalui, keyboard, mouse, usb, dan lain-lain yang dapat di perintahkan melalui perangkat control tersebut. Embeded systemlah yang menghubungkan /menyampaikan perintah tersebut kepada system.
EC membutuhkan firmware untuk melakukan pengaturan, firmware ini di simpan di dalam sebuah atau lebih IC bios yg memiliki rom atau kapasitas ruang penyimpanan data. Jika Firmware rusak atau ic bios rusak maka EC tidak akan bekerja. (adiedkhaz)

KEYBOARD CONTROLLER ITU APA?
Istilah Keyboard Controller sebenarnya tidak begitu lazim dan tidak begitu cocok untuk di nisbatkan pada chip ini, Namun karena salah satu fungsinya juga untuk menerima masukan dari keyboard atau tombol2 tertentu istilah ini dapat di benarkan, jika anda mengikuti forum2 luar negeri / bahasa asing istilah ini sering anda jumpai.
EC ini sendiri terhubung ke southbridge melalui LPC Bus (low Pin Count) atau bus berkecepatan rendah (ISA bus). Tentu saja setiap produsen laptop bebas menentukan jenis2 EC yg mereka gunakan dalam system laptop mereka.


MOSFET P CHANNEL DAN N CHANNEL

ADAPTOR FET P CHANNEL (ADP FET)
P chanel biasanya hanya ditemukan pada rangkaian VALW utama ADP+. Kita menyebutnya ADP fet, berfungsi sebagai Penguat arus ADP+. Ada yang berjumlah 2 buah berjejer, ada yang hanya satu. Tugasnya adalah meloloskan tegangan adapter sampai ke VBAT. Titik ukurnya pada PIN 1, 2, 3 Bat_fet. Cara mengindentifikasi P channel (adp_fet), lokasi biasanya tidak berjauhan dari jack power dengan kode Q atau PQ dan pada badan IC tertulis 4433 atau 4407 atau 4835 atau setiap yang angka belakangnya ganjil. Semua P channel bisa menggantikan P chanel lainnya. Cara mengidentifikasi Bat_fet biasanya berdekatan dengan socket battery. Untuk lebih pasti lagi dengan melihat schema mobo yang bersangkutan buka halaman charger IC pada schema atau identifikasi kode jack (contoh: PJ1) kemudian tulis PJ1 pada kolom search pdf schematic, maka halaman jack akan keluar. Jika berlainan halaman jack power dan charger IC-nya (utk melihat jalur adp fet sampai ke bat_fet) biasanya berada pada halaman selanjutnya. Ingat diagram sederhana jalur VALW bisa diimplementasikan kepada semua schema.
Untuk menentukan kaki Source, kita dapat melihat arah tegangan VALW yang berdasarkan dari Jack power. Umumnya Source P chanel berada pada Pin 5,6,7,8; gate pada pin 4 dan drain pin 1,2,3. Untuk P chanel paralel yang jika Source pin 5,6,7,8; gate pada pin 4, dan drain pada pin 1,2,3 maka paralelnya source menjadi pin 1,2,3 gate tetap pin 4 sedangkan drain menjadi pin 5,6,7,8. Umumnya tegangan gate pada P chanel (adp fet) pada jalur VALW sebesar 12V – 19V. Jika gate bernilai minimal 12V, maka P chanel pada jalur VALW tetap akan meloloskan tegangan sebesar 19V. Jika S=19V, G=12V s/d 19V, sedangkan Drain =0V berarti FET rusak atau terjadi feedback dari komponen yang short dari jalur distribusi Drain.
Mosfet ini adalah P chanel dimana Source berasal dari VIN 19V maka S pin 5,6,7,8 = 19V; Gate pada PQ8 (kode tempat pada motherboard); pin 4 minimal 9V S/D 26V agar Drain PQ8 meloloskan tegangan sebesar 19V (v_ADAPTOR). P CHANNEL TRANSISTOR ini berfungsi sebagai penguat arus pada rangkaian VALW dan meloloskan tegangan dari VIN sampai ke B+. Untuk kasus Mati total akan selalu berurusan dengan Mosfet ini. Jika mosfet putus, maka tegangan V_ADP tidak akan lolos sampai ke B+ sehingga tidak bisa memproduksi tegangan 5V dan 3V sebagai persyaratan motherboard laptop untuk hidup. Perhatikan juga gatenya (pin4) untuk meloloskan tegangan dari source ke drain senilai yang sama dengan V_ADP gate harus menerima minimal 9V.

Pencarian tegangan dimulai dari jack power (adaptor) umumnya melalui 2 buah adp fet yg meloloskan tegangan 19V mulai dari jack ke adp fets dan diteruskan ke jalur VBAT atau sampai ke battery fet. Di lapangan akan kita temukan P chanel tidak dapat meloloskan tegangan V_ADP sementara kedua P channel ini dalam kondisi baik. Penyebabnya adalah:
a. Penyebab utama adalah feedback
b. Penyebab kedua adalah P chanel kehilangan gate triger minimal sebesar 9V untuk meloloskan tegangan 19V.
c. Penyebab ketiga adalah ACDET menerima tegangan diluar range detector sehingga mengaktifkan over voltage protection, kemudian Charger IC (ACDET terhubung ke charger IC) mendorong analog ground dari charger ic ke CSIP melalui R3 sehingga feedback buatan ini menahan tegangan dari Mosfet.

N CHANNEL MOSFET
N chanel umumnya Source berada pada jalur VALW sedangkan Drain pada jalur VS (power switch) dengan artian power suplay (source) baru ada ketika motherboard sudah di switch (kecuali uper dan lower fet utk dc/dc power suplay tetap berada pada jalur VALW). Menentukan N chanel dapat dilihat dari kode belakang berakiran angka genap, contoh ao4466,4472,4492 dan lain lain. Sifat N chanel umumnya hanya meloloskan tegangan source sebesar tegangan gatenya. Jika S=19V dan Gate 3V, maka Drain akan meloloskan tegangan sebesar 3V juga. Kecuali pada sirkuit tertentu dimana gate dipicu oleh signal trigger, maka rangkaian uper dan lower n chanel dapat dipicu oleh triger gate 2V untuk meloloskan tegangan sebesar 3V dan 5V.

Cara Kerja N-Chanel Sebagai Switching Transistor
Pin 5,6,7,8 adalah Source N chanel dan mampu menampung sampai dengan 30V, sedangkan Pin 4 adalah Gate atau gerbang. Jika Gate mendapat signal sebesar 3V maka Source akan diloloskan sebesar 3V juga melalui pin 1,2,3 Drain. Out put drain akan selalu lolos sebesar signal yang diterima Pin 4 Gate.

Cara Kerja dan Menguji Upper/Lower N Chanel
Hanya Upper N channel saja yang memiliki Source. Perhatikan source upper 19V dalam rangkaian DC/DC penghasil 3V dan 5V. Upper gate menerima triger sebesar 3V atau 5V dari dc/dc power suplay ic kemudian upper n channel drain akan meloloskan tegangan sebesar gate triger.
Lower N chanel berfungsi sebagai penguat signal upper gate dan sebagai system proteksi. Perhatikan pin 1,2,3 lower n channel terhubung ke ground. Jika upper n chanel bocor tegangan 19V akan masuk ke source lower n channel dan menghubungkan S dan D nya, maka ground akan terhubung ke jalur ini dan memberikan feedback kepada V_ADP (short ) dan menahan tegangan 19V lolos ke jalur 3V dan 5V.
Rangkaian ini juga ditemukan di upper dan lower VCCORE IC. Hanya saja besaran tegangannya yang berbeda.

Jika P chanel adp fet yang bocor, pada saat menggunakan adaptor laptop akan normal, karena memang jalur ini meloloskan tegangan 19v juga ke drainnya. Tetapi pada saat charging mode jika csip/csin tidak mampu memblokir tegangan adp fet drain dengan cara mendorong analog ground, maka tegangan batere fet akan masuk ke source adp FET dan meloloskan tegangan ke acdet, sehingga battre IC akan mendeteksi adanya tegangan adaptor walaupun adaptor dalam keadaan battre mode. Yang paling diwaspadai adalah apabila kebocoran ini terjadi pada N chanel FET yang hanya meloloskan tegangan sebesar 3 atau 5 vol yang diatur melalui gate kontrol. Jika n chanel ini bocor maka tegangan source 19v akan lolos ke jalur yang seharusnya hanya menerima tegangan sebesar 3v atau 5v, alhasil tegangan 19v akan lolos tanpa di triger oleh gate. Maka 19V akan masuk ke semua komponen yg tidak mampu menampung tegangan 19v, sehingga komponen-komponen tersebuat akan rusak/jebol.

  • Produk


  • Open chat